Waspadai terorisme di sekitar Anda

Pada zaman dahulu kala, saya rajin banget update spam-spam yang mampir ke inbox surel atau ponsel, lalu saya tampilkan di Multiply yang sudah punah itu. Sekarang, spamnya semakin menggila. Bukan hanya SMS, tapi juga sudah melalui panggilan telepon. Sungguh sangat mengganggu kesehatan mental saya. Berikut ini saya tampilkan beberapa nomor terduga teroris berkedok marketing.

Nomor Keterangan
02121881500 Asuransi Cygna
02128098600 Asuransi Cygna
02129274170 BNI KTA
02129274198 BNI visa, pencairan dana tunai
02130412700 Asuransi Cygna/BNI Life
02130413200 Asuransi Cygna
02130413300 Asuransi Cygna
02130413500 Asuransi Cygna
02130413600 Asuransi Cygna
02130413700 Asuransi Cygna
02130414400 Asuransi Cygna
02130500900 Indovision
02140101057 Ngakunya BNI
02140101058 Firmanjaya, BNI Syariah Pusat Jakarta
02140101059 Ngakunya BNI
02150111233 Aleya, asuransi maksa, ngakunya kerja sama dengan BNI
02150200245 Indovision
02150200986 Indovision
02180635900 Indovision
02180671718 Kemungkinan Indovision jika melihat kemiripan nomornya
02180671727 Indovision
02180681045 Ngakunya BNI
02180681170 Asuransi Satellite, konfirmasi e-mail
02516900505 Redberry
081585625773 Isyana, Redberry Contact Center Indonesia, survei
081585625823 Redberry
081585627817 Redberry
+622150502083 Paket liburan, ada brainwashnya
628118755900 Tidak ada suara
628118756900 Tidak ada suara
628121501498 Tidak ada suara
628122140766 PT. Best Profit Jl. Asia Afrika (minta ketemuan)
+6281222597436 Bank DBS, KTA
6281298702639 SMS, hubungi 081807806088
6282164028204 Red dua belas, tidak jelas
6282220171708 Indra, Visa Mastercard, promo wisata
+6282310619099 SMS, Yudi TopTV
+6282310911563 SMS, hubungi Lusi 081286011120, BBM D5B04749

Keterangan dengan huruf berwarna merah, saya peroleh dari id.tellows.net (situs ini sangat membantu dalam melacak nomor-nomor tak dikenal yang mampir ke ponsel saya). SMS biasanya berisi penawaran tutup kartu kredit, KTA (Kredit Tanpa Agunan), paket langganan TV, obat kuat, macam-macam lah.

Anehnya, nomor-nomor ini muncul dengan kode angka depan yang tidak seragam. Kadang +62, kadang 62 saja, kadang langsung 021 atau 08. Pernah juga loh ada SMS yang ujug-ujug bilang kangen lalu menyuruh menghubungi nomor dengan awalan 0809. Katanya “No sex, no SARA”. Yeah, apapun!

Hal yang membuat saya sangat kesal adalah bahwa saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan aksi terorisme semacam ini. Mereka terus-menerus melancarkan aksinya. Dilaporkan ke pihak Telkomsel/Tri sebagai penyedia layanan seluler yang saya gunakan? Justru mereka sendiri suka meneror pelanggannya dengan mengirimkan SMS-SMS iklan nan tidak penting. Belum lagi SMS iklan dari Dunkin Donut lah dengan beli 6 gratis 6 tapi dihitungnya harga satuan (bukan harga setengah lusin), CFC lah, Sapo lah, PHD lah, Starbucks lah, Timezone lah, Lotteria, KFC, dan baaaanyak lagi. Sangat-sangat menggangu.

Nonton pertandingan sepakbola = nonton sinetron

Bukan, bukan karena adegan dalam pertandingan sepakbola itu penuh dengan drama, melainkan karena nonton pertandingan sepakbola dan nonton sinetron itu sama-sama ngegemesin.

Saya sih bukan penggemar sepakbola apalagi sinetron, saya cuma suka memperhatikan perilaku para penonton kedua jenis tontonan tersebut. Perhatikan saja, penonton pasti emosi. Ngata-ngatain orang yang ada di situ, “Bego!” lah, “Masak gitu sih?” lah, “Aaaaargh!” lah, ngerasa yang paling ngerti cara main bola ATAU cara berakting atau menulis skenario.

Sekian.

(Terinspirasi oleh suamiku yang senantiasa emosional ketika menyaksikan pertandingan sepakbola di televisi. Udah lah, kalau kesel-kesel mah gak usah ditonton, hihihi …)

Eksoplanet yang baru …

… saja saya karang kemarin.

Syahdan, di galaksi Ora-Ono, terdapat dua buah planet bernama Songong dan Songong-b yang mengorbit sebuah bintang katai bernama bintang Ego. Sebenarnya bintang Ego ini tidak hanya dikelilingi oleh planet Songong dan Songong-b, tapi baru dua planet ini saja yang sudah diteliti karakteristiknya. Orbit Songong dan Songong-b saling bersilangan, sehingga kadang-kadang planet Songong berjarak lebih dekat ke bintang Ego dan di waktu lain planet Songong-b berjarak lebih dekat ke bintang Ego.

Yang menarik adalah adanya makhluk hidup menyerupai manusia di kedua planet ini, kita sebut saja alien. Karakteristik alien di planet Songong adalah sebagai berikut:

  • Mereka dibagi menjadi kasta-kasta berdasarkan usia, jenjang pendidikan, jabatan, dan penampilan. Kasta tertinggi adalah alien dengan usia, jenjang pendidikan, dan jabatan tertinggi serta penampilan paling ‘menarik’. Semakin tinggi kastanya, semakin agunglah kedudukan dia sebagai penghuni planet. So, jangan macem-macem ya sama alien nenek-nenek cantik yang sekolahnya udah tinggi banget sampe ke langit dan jabatannya tinggi di sana.
  • Alien dari planet Songong sangat senang menindas manusia di planet Harmoni karena beranggapan bahwa manusia Harmoni berada jauuuuuh di bawah kasta mereka. Alien planet Songong merasa lebih berhak mendapatkan semua yang dimiliki manusia planet Harmoni, bahkan lebih. Jika alien planet Songong mendapati salah satu manusia planet Harmoni memiliki mobil misalnya, alien planet Songong akan mengajukan protes kepada penguasa galaksi Ora-Ono agar mobil tersebut menjadi miliknya atau meminta diberi bis bertingkat (Bandros aja sekalian yeee *terBandung)
  • Di planetnya sendiri pun alien berkasta tinggi senang menindas sesamanya, entah itu dengan alasan usia, jabatan, pendidikan, ataupun penampilan. Bahkan ada alien yang berani menindas sesama alien dengan kasta yang sama. Weleh-weleh.
  • Jangan berani-berani memanggil nama alien langsung jika usianya lebih tua walaupun hanya terpaut satu hari. Panggillah dengan sebutan semacam Abang, Kakak, Mbak, dsb. (dengan bahasa mereka tentunya). Kalau sudah terlanjur, terima nasib saja untuk menerima teguran keras darinya.
  • Di planet Songong juga ada semacam aturan yang kalau di Bumi istilahnya adalah sopan santun. Harus pandai berbasa-basi. Jika kita kurang sopan, alien planet Songong akan merasa tersinggung dan memberikan teguran keras. Padahal mereka sendiri juga sebenarnya kurang punya sopan santun. Well, mungkin beda standarnya, atau standar ganda seperti sepeda motor.
  • Kadang penguasa galaksi Ora-Ono pun tidak berdaya menghadapi alien planet Songong, hampir semua keinginan alien planet Songong akan dipenuhi. Biar cepet aja gitu kali.
  • Ada satu golongan alien planet Songong yang memiliki nafsu makan yang sangat besar dan sangat menyukai segala hal yang GRATIS. Mereka akan menggila jika ada makanan gratis, walaupun makanan itu kurang enak atau hampir kedaluarsa atau berasal dari alien yang kastanya di bawah mereka.

Alien planet Songong-b memiliki karakteristik yang serupa dengan alien planet Songong, tetapi tidak terlalu jelas mengenai kasta karena atmosfer planet ini cukup tebal sehingga sulit untuk dilakukan pengamatan yang lebih teliti. Alien planet Songong-b sangat bangga dengan kemampuannya dalam memahami bahasa asing (bahasa planet lain di galaksi lain) walaupun kalau diperhatikan lagi mereka baru bisa memahami saja, belum mahir dalam berbahasa asing. Perbendaharaan kata yang masih minim dan pengetahuan mengenai tata bahasa yang masih kurang memadai. Baru ngerti sedikit, udah ngerasa jago gitu deh. Alien planet Songong-b juga hobi menghina manusia planet Harmoni jika menurutnya manusia tersebut berada di bawah standarnya.

Kalau dianalogikan dengan yang ada di Bumi, alien planet Songong dan Songong-b ini dikategorikan sebagai makhluk delusional.

BTW, planet Harmoni adalah salah satu planet yang mengorbit bintang Damai di galaksi Dairy Path.

Sekian.

Kunjungan kedua ke dokter gigi

Yap, saya baru dua kali saja menemui dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gigi selama saya hidup. Waktu masih kecil suka ngintilin si Mamah sih ke dokter gigi tapi belum pernah benar-benar diperiksa gigi.

Kunjungan pertama saya ke dokter gigi sebagai orang dewasa adalah seperti yang saya ceritakan di “Penyakit misterius“. Pada saat itu saya merasa sangat tertipu karena ujug-ujug dirampok 300 ribu setelah dilukai dalam waktu sekian menit. Oke, lebay.

Kunjungan kedua ini saya lakukan dengan sangat hati-hati. Jadi, alasan utama saya memutuskan untuk menemui dokter gigi adalah “penemuan” lubang yang cukup signifikan di gigi geraham kiri-atas paling belakang. Saya cukup terguncang dengan penemuan tersebut karena saya merasa sudah sangat rajin menggosok gigi dan tidak mencurigai adanya kelainan di gigi belakang itu. Penemuan itu berawal dari kegiatan saya mengudap kacang arab. Saya pikir ada kacang yang nyelip di gigi paling belakang tapi begitu saya coba singkirkan “kacang yang terselip” itu, susah sekali. Sampai kemudian saya sadari bahwa itu adalah lubang gigi. Hiks!

Saya temui dokter gigi di klinik terdekat Rabu lalu (31/12/2014), dokternya cantik 😀

Saat dokter mulai memeriksa, dia menanyakan “Yang bolong gigi bawah atau atas, Bu?”

“Atas, Dok.”

“Tapi ini yang bawah juga banyak bolongnya.”

Duniaku runtuh … “Masak??”

Dan ternyata gigi gerahamku sebagian besar berlubang dengan rekor terparah memang si lubang yang baru saya temukan itu. Katanya, pada umumnya gigi geraham dewasa hanya tumbuh sampai dua buah tiap sisi. Tapi gigi saya tumbuh sempurna sampai masing-masing tiga buah. Good news? Not really.

“Tapi gigi ketiga ini biasanya sulit terjangkau sikat gigi sehingga mudah rusak. Terutama gigi atas, solusinya hanya dicabut, tidak bisa ditambal.”

Ngékk!

Katanya alat bornya sulit menjangkau sampai ke belakang sekali sehingga sulit untuk membersihkan si lubang untuk ditambal. “Kalaupun dipaksakan ditambal, kuatir kurang bersih. Nantinya sakit lagi, lebih merepotkan.”

Saya pernah beberapa kali merasakan ngilu sesaat di gigi kiri belakang, tapi saya kira hanya karena gigi sensitif saja. Makanya kaget betul ketika menyadari bahwa itu akibat gigi berlubang. I was cursing myself.

Dokter sempat mencoba memasukkan bor ke posisi gigi belakang itu, “Nah, segini, Bu, kira-kira. Pegal nggak, Bu?” Saya yang masih belum rela dicabut gigi sok kuat, “Nggak, Dok.”

Tapi kemudian dokter menyarankan saya untuk menambal gigi-gigi lain yang lebih mudah dijangkau. Dan sayapun setuju menambal tiga geraham kanan bawah setelah mengetahui perkiraan biayanya dan mengira-ngira isi dompet. “Satu gigi berkisar antara 125-150 ribu, tergantung besar lubangnya. Kalau yang parah sekali bisa sampai 200 ribu.” Gusti, nggak kapok ya dirampok dokter gigi? Karena masih kanyenyerian dokter gigi sebelumnya, saya iseng menanyakan biaya scaling ketika dokter mempersiapkan prosedur penambalan gigi. “Atas-bawah 250 ribu.” Masih lebih murah di situ, sodharra! Bener-bener ditipu deh saya!

Dokter menjelaskan bahwa proses penambalan menggunakan what-so-called “Light Curing”, dengan dua tahap pelapisan. Lapisan pertama untuk meredam rasa ngilu (yang mana sangat jarang saya rasakan sehingga tidak menyadari banyaknya lubang di gigi), lapisan kedua adalah tambalan utamanya. Setelah mangap cukup lama, dokter menyuruh saya merasakan apakah terasa ada ganjalan pada tambalan. Rahang saya terasa melayang, sulit menentukan ada ganjalan atau tidak. Dokter menyuruh saya menggigit-gigit dan mengunyah-ngunyah secarik kertas khusus berwarna ungu. Finishing touch and voila! Gigi saya terlihat aneh dengan tambalannya, but I like it, hehe …

Dokter menyarankan saya melakukan rontgen gigi jika benar-benar mantap untuk mencabut gigi belakang, “Untuk melihat giginya tumbuh normal atau miring. Kalau normal bisa saya cabut, kalau miring nanti saya rujuk ke dokter bedah.” Ngeri! “Kira-kira berapa biayanya tuh foto gigi?”

“Seratus sekian lah, nggak nyampe 200 ribu.”

Duh, rasakan deh akibatnya malas periksa gigi rutin!

Dokter sempat memberikan tips perawatan gigi sejak dini (karena sempat melihat saya membawa anak –yang kemudian nangis kejer waktu disuruh minggir dikit karena menghalangi dokter yang hendak memeriksa gigi saya). Katanya gigi anak itu biasanya yang rusak pertama kali adalah gigi depan-atas, lalu merembet ke belakang-atas, lalu belakang-bawah, dan akhirnya ke depan-bawah. Kenapa? Karena gigi yang paling tidak terlindungi pada saat proses meminum air susu (baik itu susu ibu maupun susu formula) adalah gigi depan atas. Gigi depan-bawah terlindungi oleh lidah. Solusinya adalah menggosok gigi anak setiap kali selesai menyusu, bisa menggunakan kain kasa atau kain biasa yang bersih dan terlebih dahulu dicelupkan pada air matang hangat. Sulit memang, karena bayi biasanya langsung tertidur setelah menyusu. Alhasil, gigi anak saya sudah rogés di bagian depan-atas mulai usia (saat saya menyadarinya) 1 tahun. Walaupun sepertinya sudah terlambat, saya sebisa mungkin memaksa anak saya untuk menggosok gigi sebelum tidur. Padahal setelah gosok gigi itu, dia masih minum susu dulu menjelang tidur, hehe …

Eniwei, tambalan gigi itu ternyata sudah mulai copot hari Minggu lalu (04/01/2015). Ada garansi nggak ya? Kakak saya sempat menyesalkan, kenapa saya rela membayar mahal padahal punya fasilitas BPJS? Saat itu saya pikir hanya akan menambal satu gigi saja, repot lah kalau harus ngantre di dokter umum untuk meminta rujukan dan antre lagi di rumah sakit. Tapi nasi sudah menjadi bubur, lain kali saya rela-relain deh ngantre demi gretongan :p

Berbarislah dengan benar!

Ada satu hal yang selalu menggelitik hati nurani saya dan membuat saya ingin berteriak “Pelis atuh lah!” setiap kali tiba waktunya untuk mengikuti upacara bendera di kantor. Apakah itu?

Ada deh, moal beja-beja bisi comel :p

Dulu, waktu saya baru masuk kerja, setiap tanggal 17 selalu diadakan upacara bendera di kantor. Nggak lama-lama sih, paling juga cuma 15-20 menit. Eh, itu lama apa sebentar ya? Hehe … Sejak 2013, upacaranya cuma pas hari nasional aja, seperti 20 Mei, 28 Oktober, 10 November. Durasinya lebih lama daripada upacara bulanan.

Yang namanya upacara, pasti ada acara baris-berbaris kan ya. Kalau di kantor, barisan karyawan laki-laki tidak digabung dengan barisan karyawan perempuan. Pasukan perempuan di sebelah kanan, laki-laki di kiri. Tiap pasukan ada pemimpin pasukannya yang setiap sebelum upacara dimulai, menyiapkan barisan dengan aba-aba semacam “Siap grak!”, “Setengah lengan lencang kanan grak!”, “Istirahat di tempat grak!”, atau “Dua langkah ke kiri/kanan grak!”

Karena jumlah karyawan laki-laki jauh lebih banyak daripada perempuan, jumlah saf barisan laki-laki lebih banyak dari perempuan. Pasukan laki-laki terdiri dari 4 saf, sedangkan perempuan hanya 3. Berdasarkan ilmu baris-berbaris yang pernah saya pelajari ketika masih di bangku sekolah, biasanya jika ada anggota yang baru masuk ke barisan, dia mengambil posisi paling kiri/belakang. There is a reason why there are terms like “Lencang kanan” and “Lencang depan”. Ada yang tahu? Yap, karena posisi kanan-depan adalah poros yang tidak boleh berubah posisinya. Jadi kalau mau bikin barisan baru ya di belakang/kiri.

Perintah “lencang kanan” itu kalau barisannya berupa saf (jumlah orang ke samping>jumlah orang ke belakang), perintah “lencang depan” kalau barisannya berupa banjar (jumlah orang ke samping>jumlah orang ke belakang). Dua perintah itu efeknya sama saja, orang paling depan lencang kanan, orang paling kanan lencang depan, orang paling kanan-depan berdiri tegak dengan kedua tangan di samping badan.

Wait, kenapa saya jadi njelasin hal yang nggak nyangkut maksud dan tujuan tulisan saya? Hehe … maap.

Nah, kalau barisannya berupa saf, orang yang baru datang dan ingin masuk barisan harus masuk ke barisan paling kiri. Kalau barisannya berupa banjar, orang yang baru datang dan ingin masuk barisan harus masuk ke barisan paling belakang. Zaman sekolah dulu sih biasanya barisnya 3-saf×n-banjar atau n-saf×3-banjar dengan n bebas, tapi kira-kira beginilah yang ada di pikiran saya kalau barisannya misalnya 4×7 (4 saf, 7 banjar –atas) atau 7×4 (7 saf, 4 banjar –bawah) dan ada orang yang mau masuk/keluar barisan:

Orang masuk/keluar barisan bersaf. Bulatan coklat adalah poros, tanda panah menunjukkan arah hadap barisan.

Formasi ketika orang masuk/keluar barisan bersaf. Bulatan coklat adalah poros, tanda panah menunjukkan arah hadap barisan.

Orang masuk/keluar barisan berbanjar. Bulatan coklat adalah poros, tanda panah menunjukkan arah hadap barisan.

Formasi ketika orang masuk/keluar barisan berbanjar. Bulatan coklat adalah poros, tanda panah menunjukkan arah hadap barisan.

Tapi yang terjadi di kantor khusus untuk barisan perempuan adalah sebagai berikut:

 Poros menghilang dan orang masuk dari manapun asalkan bukan dari kiri. (Ini masih versi rapinya sih, aslinya bisa lebih kacau lagi)

Poros menghilang dan orang masuk dari manapun asalkan bukan dari kiri. (Ini masih versi rapinya sih, aslinya bisa lebih kacau lagi)

Yang bikin sakit hati adalah ketika saya sendiri yang menjadi orang yang mau masuk barisan itu karena datang terlambat (walaupun upacaranya belum dimulai). Bulatan hijau adalah barisan laki-laki, bulatan biru adalah barisan perempuan, bulatan merah adalah saya.

??: Aduh, udah penuh barisannya, masuk lewat mana ya? !!: Sana ke kiri! Ngerusak barisan aja! Pelis atuh lah!

??: Aduh, udah penuh barisannya, masuk lewat mana ya?
!!: Sana ke kanan! Ngerusak barisan aja!
-Pelis atuh lah!-

Pelis! Saya ngerusak barisan?

Tapi saya tak sampai hati untuk menyampaikan segala teori baris-berbaris kepada ibu itu, kalo kata doktor kamseupay mah “not worthed!” Saya langsung meluncur ke posisi yang seharusnya menjadi poros barisan, whatever! Saya langsung berandai-andai bahwa semua karyawan di kantor diwajibkan untuk mengikuti pelatihan baris-berbaris dengan anggota TNI sebagai pelatihnya. Ketika saya diklat prajabatan, ada materi baris-berbaris sih, mungkin PNS yang masuk lebih dulu daripada saya sudah melupakan materi tersebut sehingga tega menghardik saya sebagai perusak barisan.

So please, pellliiiis!