Puskesmas vs klinik


Hari ini saya memutuskan untuk bolos kerja karena telinga saya terasa sakit lagi. Sebenarnya saya sudah berniat untuk berobat ke dokter hari Sabtu lalu tapi ternyata saya lebih memilih untuk berkunjung ke Museum Geologi bersama ibu, kakak, dan keponakan-keponakan saya. Acara hari Sabtu itu dilanjut dengan kunjungan ke Bandara Husein karena keponakan saya katanya ingin melihat pesawat terbang. Kami tiba di rumah kira-kira pukul 15:30 WIB, hasrat untuk pergi ke dokter pun menghilang karena badan sudah terasa lelah dan rasanya telinga saya sudah tidak terasa sakit.

Nah, tadi pagi saat bangun tidur, rasanya malaaaaas sekali untuk bersiap ke kantor [sudah sejak pekan lalu sih sebenarnya] dan setelah dirasa-rasa, telinga sepertinya sakit lagi. Sepertinya memang ada yang salah dengan telinga saya. Saya pun melanjutkan tidur saya setelah Sholat Shubuh karena klinik baru dibuka pukul 8. Kira-kira pukul 06:25 WIB kakak saya mengetuk pintu dan menanyakan apakah saya akan pergi ke kantor. Dengan tampang acak-acakan, saya keluar kamar dan menjawab,

“Ngga ah”

Kakak saya hanya nyengir karena ini bukan pertama kalinya saya membolos kerja karena malas, hehe… Saya lalu mengobrol dengan keponakan saya dan dari obrolan itu saya tahu bahwa ternyata kakak saya berencana untuk pergi ke Puskesmas untuk meminta rujukan untuk keponakan saya yang akan memeriksakan kemajuan pengobatan penyakitnya. Wah, lumayan. Saya belum pernah ke Puskesmas untuk memanfaatkan fasilitas ASKES.

Kira-kira pukul 8 pagi, saya dan kakak saya pergi menuju Puskesmas terdekat. Tempatnya memang dekat tapi kami baru tiba di sana setengah jam kemudian karena lalu lintas sedang macet-macetnya dan sulitnya mendapatkan angkot. Saya sudah berpesan kepada kakak saya bahwa saya hanya ingin diperiksa oleh dokter. Jika ternyata dokter Puskesmas sedang tidak ada, saya lebih baik berobat ke klinik lain yang jelas-jelas ada dokternya. Di loket pendaftaran, kakak saya menanyakan apakah dokternya ada, katanya ada.

Kami menunggu antrian cukup lama karena pasiennya lumayan banyak. Dari ruang tunggu saya dapat melihat dokter di ruang periksa, cantik. Kira-kira pukul 09:30 WIB, nama saya dipanggil, tapi suara yang memanggil adalah laki-laki. Ternyata di ruang periksa itu ada perawatnya juga yang memeriksa pasien. Alhasil, setelah menunggu hampir satu jam, saya hanya diwawancara oleh perawat, diukur tekanan darah, dan diberi resep antibiotik dan obat penahan sakit, tanpa diperiksa sedikitpun pada daerah telinga! The doctor was there, in the same room, but she’s examining the other patient while I got the nurse to interview me. Gratis sih biaya pendaftaran dan obatnya, tapi koq telinga saya tidak diperiksa sedikitpun?

Karena saya kurang percaya dengan obat yang saya dapatkan, saya memutuskan untuk mengunjungi dokter di klinik yang biasa saya kunjungi jika sakit. Tidak ada antrian, pemeriksaan cukup menyeluruh dan meyakinkan. Dokter memberikan resep obat tetes telinga, obat batuk (akibat udara dingin malam sebelumnya, tenggorokan saya sakit), dan obat maag (berkat keaktifan saya dalam memanfaatkan sesi konsultasi dan setelah diperiksa ternyata saya mengidap penyakit maag). Biaya konsultasi dokter Rp30000, obat Rp60000. Saya pikir harga memang mencerminkan tingkat kepuasan karena ternyata menurut dokter saya tidak perlu meminum obat penahan sakit dari Puskesmas.

Kesimpulan yang dapat saya tarik dari kunjungan saya tadi pagi adalah…

  • Jangan mau diperiksa perawat, apalagi cuma ditanya-tanya doang.
  • Mintalah dokter untuk memeriksa secara menyeluruh dan manfaatkan sesi konsultasi sebaik mungkin terutama jika diharuskan untuk membayar.
  • Datanglah sepagi mungkin jika akan berobat ke Puskesmas dan siapkan media untuk mengantisipasi kebosanan pada saat menunggu antrian, misalnya permainan rubik.
  • Carilah posisi tunggu yang paling dekat dengan ruang periksa karena nama Anda akan dipanggil oleh dokter/perawatnya langsung dari dalam ruang periksa, tanpa pengeras suara. Tidak disarankan untuk menunggu di dekat ruang periksa anak.

Sekian dan terima kasih.

Advertisements

2 thoughts on “Puskesmas vs klinik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s