Bikin paspor


Selasa pagi, berangkat bareng dari kantor sekitar pukul 6 pagi. Masih ngantuk, lapar. Tiba di kantor imigrasi sekitar pukul 6:30 WIB, udah rame banget padahal kantornya belum buka. Setelah celingukan, ada bapak-bapak dengan senang hati memberitahu bahwa untuk penyerahan dokumen permohonan pembuatan paspor harus mengisi nomor absen terlebih dahulu. Kami kebagian nomor mulai 70. Ga lama kemudian ada daftar absen lagi, ada seorang ibu yang dengan baik hati menyalin nama-nama kami ke daftar itu [yang sebelumnya masih berupa mushaf-mushaf terpisah].
Pukul 7, sarapan dulu. Setengah 8 mulai dipanggil oleh satpam berdasarkan daftar absen tadi. Di dalam dapet nomer antrian lagi, saya kebagian nomor 59 karena ada yang sedang entah ada di mana ketika namanya dipanggil untuk masuk. Penyerahan dokumen dimulai pukul 8, kami selesai pukul 9, masing-masing diberi secarik kertas yang berisi tanggal wawancara dan foto, hari Jumat.

Saya masih belum ngerti bedanya paspor 48 dengan 24 selain jumlah halaman dan harganya. Kata Nana sih yang 24 itu untuk TKI.

Jumat datengnya agak siangan karena Irvan udah duluan ngisi absen untuk pembayaran. Katanya ngisi absen setengah 6 pagi tapi kebagian nomer 140an, gilaaaaaaaaa! Suasananya hampir sama dengan hari Selasa, penuh, padahal sempat hujan. Jam 8 belum ada tanda-tanda dipanggil untuk ngambil antrian selanjutnya, ternyata khusus hari Jumat pelayanan dimulai pukul 08:30. Entah kenapa.

Setelah pemanggilan ternyata saya malah kebagian nomer antrian 167, misterius. Sambil menunggu, saya sempat menguping perbincangan dua orang yang sedang menunggu antrian foto dan wawancara, katanya dia ngisi absennya dari setengah 5 pagi, gilaaaaaaaa! Dan orang itu selesai wawancara sekitar pukul 10. H2C banget deh, soalnya Irvan takut ga kebagian Sholat Jumat.

Kami dipanggil untuk pembayaran sekitar pukul 11. Untungnya panggilan untuk foto dan wawancara tidak terlalu lama dari situ. Akhirnya selesai sekitar setengah 12. Belum selesai juga sih karena harus mengambil paspornya 2 pekan kemudian. Semoga tidak gila-gilaan lagi antriannya. Aamiin…

Dua pekan kemudian, hari Jumat kami ke kantor imigrasi lagi agak siang dari kunjungan kami sebelumnya. Ga pake ambil nomer antrian, langsung ke loket pengambilan paspor menyerahkan bukti pembayaran. Beberapa puluh menit kemudian dipanggil dan menandatangani formulir di kolom pengambilan paspor dan…SELESAI! Tinggal berangkat aja jadi TKI :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s