Tertipu?


Seperti biasa, angkot Buah Batu selalu menjadi tumpangan berdurasi paling lama dalam rangkaian perjalanan pulang. Jarak Lengkong-Buah Batu tidaklah terlalu jauh dibandingkan dengan rute RSHS-Lengkong, tapi ngetemnya bo, top banget lah! Bisa lebih dari setengah jam waktu dihabiskan hanya untuk ngetem di sepanjang jalan Lengkong-Cikawao. Belum lagi kalau macet. Yang paling menyebalkan adalah setelah uji kesabaran menunggu angkot dipenuhi penumpang, penumpang pun diuji kesabarannya untuk bertahan dengan pergolakan di dalam angkot akibat cara menyetir yang ugal-ugalan. Ngegasnya kasar, beloknya kasar, ngeremnya pun kasar, sehingga penumpang terombang-ambing di dalam angkot.

Gak semua supir ngetemnya super-duper lama, pun ga semuanya nyetir dengan cara yang liar, tapi akan sangat jarang sekali menemukan supir yang anti-ngetem. Kalau yang nyetirnya enak sih masih lumayan banyak. Saya seringnya terkantuk-kantuk tuh kalau di angkot Buah Batu. Selain karena memang sudah kecapekan, durasi perjalanan yang aduhai bikin mata ini susah melék. Ada satu pengalaman lagi nih yang cukup… apa ya istilahnya, lucu mungkin ya, tapi sekaligus menyebalkan.

Ceritanya angkot sudah melintasi perempatan SoeTa-BuBat. Seperti biasa sayapun menyiapkan uang untuk ongkos. Waktu itu saya mengeluarkan uang 5000an dengan harapan mendapatkan kembalian 2500. Uang 500an biasanya agak sulit diperoleh selain dari angkot sedangkan saya membutuhkan receh itu untuk ongkos pulang rute kantor-RSHS [1500 rp]. Seringnya supir angkot St.Hall-Gn. Batu [angkot yang mengantarkan saya dari kantor ke RSHS] curi kesempatan ketika saya tidak membayar dengan uang pas. Kalau saya membayar dengan 2000an sering tidak dikembalikan 500, kalau saya membayar dengan uang yang lebih besar juga ongkosnya menjadi 2000 padahal kalau saya membayar 1500 dia tidak pernah protes. Lalu kenapa saya tidak protes ketika kembaliannya kurang 500? Capek deh kalau harus ribut dengan supir demi uang 500. Maka dari itu, supaya tidak terjadi keributan dan saya tetap ikhlas membayar, saya harus sedia uang receh agar dapat membayar dengan uang pas. Kalau angkot Buah Batu maksimum memang 2500, kalau dia pasang tarif 3000 mah hajar aja! Hehe…

Jadi pada suatu hari ketika saya membayar angkot Buah Batu dengan uang 5000an, si supir mengembalikan uang 2000an dan satu uang logam. Setelah saya pegang rasanya uang logam itu tidak seperti uang 500an, lebih terasa seperti uang logam 1000an keluaran terbaru [yang ada gambar angklungnya itu lokh!]. Saya udah GR aja dikasih kembalian lebih, setelah saya lihat baik-baik, ternyata…

NO CASH VALUE

What the…??

Dari awal uang 1000an logam yang baru itu diterbitkan, saya selalu mengira bahwa itu adalah koin untuk wahana permainan anak-anak. Akhirnya saya sendiri yang mengalami ‘penipuan’. Entah supir itu sengaja atau tidak, saya merasa sangat tolol… Ketika saya menyadari bahwa logam itu bukanlah uang, angkotnya sudah berada entah di mana.

Tolong yaaaa PEMERINTAH, jangan gonta-ganti desain uang melulu! Sekalinya ganti desain kok mirip koin permainan. Emang sih koin permainan itu harganya 1250 tapi tetep aja kan ga bisa dipake bayar angkot.

Ada yang tau tempat permainan mana yang menggunakan koin seperti di atas? Barangkali saya ke tempat itu dan ada permainan yang hanya memerlukan satu koin saja, hehe… Oya, ini gambar yang ada di balik koin tersebut:

Ini koin apa keset? Tulisannya WELCOME

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s