Yang nggak bisa masak nggak usah belanja?


Lama-lama rasanya gaya ngeblog saya makin aneh, kaku-kaku ga jelas gitu bahasanya. Bakat nyerita muter-muter ga karuan juga makin menjadi-jadi. Ampun deh Gusti!

Tadi siang saya agak mabal setelah jam istirahat. Belanja ke Griya Pasteur, beli apel kesukaan, roti, dan sebagainya. Namanya juga swalayan dekat kantor, peluang bertemu dengan teman kantor sangatlah besar. Biasa saja sih sebenarnya, say hi tiap ketemu teman kantor. Tapi tadi itu ada satu hal yang lumayan luar biasa… Ada seorang ibu yang awalnya menyapa,

“Eh ada Santi. Belanja?”

Ya eyyalaaah belanja, masak mau bantuin renovasi, hehe… Lalu saya jawab saja seadanya sambil tersenyum. Lalu si ibu melanjutkan pertanyaan,

“Emangnya Santi masak sendiri ya?”

Membuat saya berpikir dan bertanya-tanya dalam hati,

Emangnya yang belanja ke Griya itu cuma orang-orang yang masak sendiri?

sambil kebingungan mencari jawaban dan akhirnya yang keluar hanyalah…

“Err… eh… ini mah… eh…cuma…”

Asli bingung, karena yang saya beli waktu itu bukan bahan buat dimasak dan memerlukan keahlian khusus untuk dinikmati. Ada apel, roti tawar, mi instan, serap air, sikat gigi, selai arbein, kapur barus… coba, yang bisa dimasak paling cuma mi instan aja. Dan di tengah kebingungan itu pun si ibu masih nyamber,

“Oh, di rumahnya sama Mamah sih ya?”

Apa hubungannya ya? Ibu saya juga sebenarnya di rumah sudah jarang memasak. Tapi yaa sudahlah, entah tampang saya ini memang terlihat tidak pandai memasak atau bagaimana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s