Si lemot


Yeah, that’s me! Apalagi kalo urusan tunjuk jalan. Jaman kuliah pernah ditanya “Gedung Sate ke arah mana ya?”, posisi di Jalan Dago. Jawab saya, “Nggak tahu”. Di posisi yang hampir sama pernah ditanya juga kalo mau ke Jakarta lewat mana. Waduh, ga ada yang lebih jauh lagi ya? Harusnya saya suruh ke stasiun dan naik KA dari situ, hehe… Beberapa pekan yang lalu ditanya pejalan kaki di depan SMKN 1 Bandung, “Kalo mau ke stasiun arahnya ke mana ya?” Errr…saya tau sih stasiun ada di mana tapi di posisi itu saya ragu arah mana yang lebih singkat. Ngikutin arah angkot atau sebaliknya?

TADI PAGI, di depan SMKN 1 Bandung ada pengendara motor yang nanyain arah ke Stasiun Kiara Condong. I KNOW WHERE IT IS tapi untuk nunjukin arahnya dari posisi itu saya bingung, saya cuma bisa bilang “Wah, jauh!”

Tolol ya? Harusnya saya pasang tulisan di jidat, JANGAN DITANYA. Lagu jadul kaleeee :p

Advertisements

6 thoughts on “Si lemot

  1. Punten…ngiring ngalangkung saya kesasar dari twitter (tweet-nya kk pinah) muncul di sini :-))))

    Jadi ingat judul buku “Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps” πŸ˜‰

    Ampuunnn kk cuma ngejang πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s