Maaf mbak, saya cuma mau ngucapin selamat lebaran aja.


Setelah proyek tidur pagi yang gagal dan serangan rasa lapar yang bertubi-tubi dicampur dengan rasa gengsi karena bosan melihat ketupat dan teman sebangsanya, saya memutuskan untuk mengirim beberapa SMS ucapan lebaran kepada teman-teman saya sambil leyeh-leyeh di atas kasur. Namanya juga SMS ucapan lebaran, agak males ngirim satu-satu kecuali untuk teman-teman yang spesial. Dua SMS pertama saya tujukan kepada dua teman spesial saya, redaksinya orisinal hasil pemikiran saya sendiri [walaupun garing]. Selanjutnya saya kirim SMS balasan kepada teman-teman saya yang sudah mengirim ucapan sejak tadi malam. Generik saja, SMS dari teman yang satu saya modifikasi sedikit lalu saya teruskan ke teman-teman yang lain. Setelah itu saya mengirim SMS generik lainnya kepada teman-teman yang memang sudah seperti saudara. Kloter selanjutnya adalah beberapa teman kerja. Saat menunggu SMS-SMS itu terkirim tiba-tiba ada panggilan masuk ke ponsel saya dari nomer yang tidak dikenal. Nomornya tidak muncul.

“Halo”

“Halo, ini siapa?” [suara tegas seorang perempuan]

(Hah?!) “Ini siapa?” [saya bingung]

“Ini siapa?” [keukeuh]

“Ini mau cari siapa?” [tak kalah keukeuh demi mengamankan identitas]

“Ini siapa tadi kirim SMS selamat idul fitri ke nomer XL 616?”

(What?) “Wah, ga tau tuh. Saya sih tadi kirim SMS ke teman saya”

“Jadi ini siapa?” [makin ketus]

“Maaf, nomernya ga dikenal.”

“Ini di daerah mana?”

“Bandung” [saya mulai curiga kalo si penelepon adalah polwan karena ‘tegas’nya minta ampun]

“Bandung?”

“Iya, Baaannnduuuung”

“Bandung?”

“Maaf ya, tadi saya kirim SMS ke teman-teman saya, banyak. Saya ga tau yang mana yang nyasar”

“…”

“Maaf ya, maaf”

“OK” [masih aja ketus]

Mimpi apa saya semalam, diketusin orang di telepon cuma gara-gara SMS lebaran saya nyasar. Saya juga pernah dapat SMS lebaran dari nomor yang tidak saya kenal tapi ya hepi-hepi aja tuh. Saya cuma balas di SMSnya “Ini siapa ya?”, setelah ga dibales ya udah. Ga ada alasan untuk ngetusin orang. Kalau SMS yang nyasarnya isinya sumpah serapah ya saya penasaran dan pengen ngomelin balik dong tapi ya ga penting juga.

Kalau saja si mbak tidak menyembunyikan nomernya ketika menghubungi ponsel saya mungkin saya bisa menjawab kenapa saya SMS nomer beliau. Kalau muncul namanya ya saya bisa menjawab bahwa saya bermaksud untuk mengirim SMS ke si anu, kalaupun hanya nomor saja yang muncul ya saya jawab saja kalau saya tidak pernah mengirim SMS ke nomor itu karena saya hanya mengirim SMS ke nomor yang ada di buku telepon ponsel saya. Saya terpaksa mencari di buku telepon, nomor siapa saja yang XL yang baru saya kirimi SMS itu. Jujur saja, saya tidak hapal nomor-nomor setiap orang yang ada di buku telepon saya, apalagi mengetahui providernya. Akhirnya saya menemukan satu nomor teman saya yang berakhir dengan angka 616, laki-laki yang sudah menikah. Ow ow, apakah itu istrinya yang ternyata adalah seorang yang pencemburu? Entahlah, saya belum pernah bertemu dengan istri dari teman saya itu. Kalau iya, saya bisa memahami keketusan perempuan tadi. Mungkin saya dikira penggoda suaminya. Amit-amit deh, walaupun masih single di usia saya sekarang, saya tidak pernah terpikir untuk menggoda suami orang apalagi laki-laki itu teman yang sudah saya anggap saudara walaupun jarang bersilaturahmi [sehingga tidak tahu nomor terbarunya yang mana]. Saya sudah malas mencari nomor XL lain karena memang agak jarang teman saya yang menggunakan provider itu dan setelah saya pikirkan lagi mungkin memang itu adalah nomor teman saya atau setidaknya pernah digunakan oleh teman saya itu untuk menghubungi saya. Dengan suasana hati yang masih agak kesal diketusi mbak-mbak tadi, saya kirim SMS ke nomor teman saya yang tertera di buku telepon itu,

Maaf, ini nomernya *r*a*i bukan?

dan sampai sekarang belum ada balasan baik berupa ucapan lebaran maupun jawaban dari pertanyaan saya itu. Saya berulang kali istighfar untuk menenangkan hati, semoga SMS saya yang entah nyasar atau tidak itu tidak mengakibatkan keretakan rumah tangga orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s