Their mood: iseng. My mood: lebih iseng lagi. Atau sebaliknya.


Saya kurang begitu ingat kapan kejadiannya, yang pasti malam hari. Tiba-tiba ada SMS sok akrab yang tiba di ponsel saya. Rasa kesal dikombinasikan dengan kondisi otak yang sedang eror sehingga terjadilah percakapan sebagai berikut:

Kurang iseng gimana lagi coba? Saya bikin screenshot dan disusun kayak begini ...

Kurang iseng gimana lagi coba? Saya bikin screenshot dan disusun kayak begini … [klik gambar untuk memperbesar]

Bukan sekali itu saja ada orang yang tiba-tiba menghubungi ponsel saya dan mengajak untuk berkenalan. Pernah sampai ada yang mengatai saya tidak mau bersilaturahmi. Oh, pelis …

Ada beberapa SMS lain yang mampir di ponsel saya dan waktu itu saya iseng membalas karena saking sebalnya di-SMS ini-itu yang sebagian besar isinya hanyalah PENIPUAN, antara lain:

Yeah, mereka berharap saya masuk ke perangkapnya.

Yeah, mereka berharap saya masuk ke perangkapnya.

Biasanya pengirim SMS tidak membalas lagi SMS balasan saya karena sepertinya nomor yang digunakan entah nomor fiktif atau apa. Tapi pernah satu waktu setelah saya balas SMS bernada iklan dengan iseng, ternyata dibalas lagi …

Saha atuh euyy?

Saha atuh euyy?

… membuat saya ingin memeriksa buku telepon lama, jangan-jangan pengirim itu sebenarnya adalah salah satu teman saya. Tapi entahlah, iseng banget lah orang yang ngiklanin wasap gitu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s