Catatan pemilih galau


Pilpres kali ini membuat saya sakit.

Otak saya sakit.

Mata saya sakit.

Telinga saya sakit.

Kenapa?

Rasanya seperti sudah berabad-abad saya disuguhi tulisan, status FB, twit, yang isinya kampanyeeeeeeeeeeeeeee … padahal aslinya belum sampai bertahun-tahun pun. Intensitas semakin menggila setelah ditetapkan capres-cawapresnya hanya ada 2 pasang, dan lebih gila lagi setelah muncul nomor urut.

Kalau boleh saya kopaskan orasi saya yang menyerupai kultwit di salah satu forum yang tiba-tiba terhenti karena salah satu anggota forum nyeletuk “Ini tulisanmu bagus lho kalau dibagikan di Facebook”. Maygat, whyyyyyy? Why did you have to stop my oration?? Anyway, ini dia:

  • Saya sudah sering mendengar “Kalau Jokowi menjadi presiden, nanti blablabla yang seram-seram” atau “Kalau Prabowo menjadi presiden, nanti blablabla yang seram-seram juga”, semuanya hanya perkiraan, dugaan, opini.
  • Sama dengan sebelumnya, “Kalau SBY menjadi presiden lagi, pasti blablabla yang indah-indah”, tidak tahunya malah mengecewakan.
  • Maybe this is the very reason why pemilu itu seharusnya rahasia, tidak perlu menceritakan kepada orang lain, siapa yang menjadi pilihan kita.
  • Kepala saya sakit melihat setiap orang kukuh mendukung capresnya as if anybody who thinks the other way is silly.
  • You’re blinded, maaan!”, padahal dia sendiri juga begitu.
  • Tidak ada yang benar-benar mengetahui sebenarnya capres itu nantinya bakal bagaimana setelah terpilih. Bahkan orang yang merasa mengerti sejarah sekalipun belum tentu memahami cerita sebenarnya.

PEMILU seharusnya rahasia, mungkin untuk mencegah orang saling baku hantam hanya gara-gara mendukung capresnya masing-masing. Mungkin juga untuk mencegah orang-orang seperti saya tersiksa karena melihat/mendengar informasi yang berseliweran di media (sosial terutama) atau di dalam obrolan yang sulit dibedakan mana yang fakta, gosip, opini, fitnah. Ok, prestasi, rekam jejak, visi, misi, whatever. Too much information dan siapakah yang benar-benar mengetahui kebenarannya di antara para-pendukung-fanatik-yang-berapi-api-mengotori-linimasa-media-sosial? You are blinded and hurting my brain!

Saya bahkan sampai membenci beberapa orang hanya karena mereka gemar membagikan tulisan yang isinya adalah dukungan/catatan baik mengenai capres yang satu atau catatan buruk mengenai capres yang tidak didukungnya. Jujur saja, saya tidak ingin memilih, tapi golput pun tampaknya bukan pilihan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s