Pertanyaan KUA pada saat penataran pra-nikah


Haloooo …. wahai para calon pengantin!

Saya gatal tiap buka statistik blog ini *garuk-garuk dulu* karena hampir setiap hari kata kunci yang dipakai pengunjung sehingga tiba di blog saya adalah seputar penataran pra-nikah, atau pertanyaan pada saat penataran pra-nikah, atau sebangsanya. Saking nggak PDnya gitu yah dengan penataran pra-nikah sehingga mencari contekan di internet? Hihihi … Dan saya pun semakin mengarahkan para pencari fakta mengenai penataran pra-nikah untuk semakin terdampar di blog saya ini dengan menulis judul demikian, hahahaha …

I know some of you might curious about this thing called penataran pra-nikah, tapi nyantai ajalah. Just be yourself and everything will be juuuuust fine. Akad yang telah direncanakan Insya Allah tidak akan terpengaruh oleh hasil penataran pra-nikah. Kalau yang ingin dicari adalah “pertanyaan pada saat penataran pra-nikah” maka saya hanya bisa kasih info bahwa waktu penataran pra-nikah hanya ditanya tanggal pernikahan orang tua saya dengan tanggal lahir kakak saya yang akan menjadi wali (karena ayah saya sudah tiada). Kenapa ditanya itu? Silahkan baca tulisan saya di tautan ini.

Oya, ada lagi satu pertanyaan dari petugas KUA: Kapan hari terakhir calon pengantin wanita datang bulan? Nah lho! Macam pertanyaan dokter kandungan aja buat nentuin perkiraan kelahiran bayi :p

Katanya sih buat ngitung-ngitung barangkali pas hari-H ternyata pas tanggal datang bulan, kasian cenah pengantin prianya, hikhikhik. Tapi dulu sepupu saya juga nikah waktu datang bulan, gapapa juga kaleeeeee. Temen saya juga ada yang begitu, salah satu diva Indonesia juga ada yang begitu, hahahaha … melebar ke mana-mana jadinya.

Pertanyaan yang agak memalukan sih sebenarnya, menurut saya mah agak nggak penting juga. Masih banyak hal yang bisa dilakukan pada malam pertama kan? Or not? Baiklah …

Segitu tulisan gatalnya *garuk-garuk lagi* and thank you for visiting 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Pertanyaan KUA pada saat penataran pra-nikah

  1. Klo gk ikut penataran gimana.misal si calon penganten tdk bisa ikut penataran??

    Dan apa yg di dapat jika tdk mngikuti penataran?

    Kasih saran biar gk ikut penataran tapi gk ada msalah apa”…untuk kpentingan nya.

    Trima kasih

    • Kalo menurut saya pribadi sih usahakan ikutan, soalnya dari situ ada ilmu yang didapat, seperti yang saya tulis di sini. Petugas KUAnya gak keberatan kok kalo misalnya harus datang ke rumah kita di luar jam kerja untuk ngasih penataran, seperti tulisan saya di sini.
      Saya bukan orang KUA, jadi nggak tau deh konsekuensinya kalo gak ikutan penataran itu. Memangnya kenapa gitu, kok sepertinya gak mau banget ikutan penataran pra-nikah? Nyantai aja kali.

    • Nggak tuh. Tapi kalaupun disuruh baca ayat ya tinggal baca aja, hehe …
      Terima kasih atas kunjungannya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s