Ayam Kuluyuk


Saya pertama kali mengenal menu ini saat masih kuliah. Waktu itu baru saja dibuka sebuah rumah makan di dekat gerbang masuk perumahan. Setelah mencoba, ternyata rasanya cukup cocok di lidah saya yang menyukai makanan berbumbu asam-manis.

Tadi siang saya kembali mencoba menu ini di foodcourt BTC, di outlet yang relatif baru dibuka dengan nama SAHABAT. Outlet (atau apa sih itu istilahnya, counter, warung, toko?) di posisi itu lumayan sering berganti, entah karena tidak laku atau terlalu murah sehingga tidak sanggup membayar biaya sewanya. Saya menyebutnya sebagai posisi yang kurang hoki. Sebelum outlet baru ini ‘kembali’ tutup, saya beranikan diri untuk mencicipi salah satu menunya. Ya, si ayam kuluyuk itu.

Ayam Kuluyuk SAHABAT

Ayam Kuluyuk SAHABAT

Rasanya mirip dengan ayam kuluyuk yang pernah saya cicipi lebih dari 10 tahun lalu itu :p Ayam dipotong-potong lalu digoreng tepung, sausnya asam manis, ada potongan nanas, wortel, mentimun, bawang bombay dan sedikit cabe. Hiasannya sih standar: selembar selada dan irisan mentimun dan tomat. Ada tambahan saus pedas juga di wadah terpisah. Lalu tiba-tiba terpikir untuk mencari resepnya dan membuatnya sendiri di rumah, hmm …

Anyway, ada satu hal yang cukup mengecewakan. Awalnya saya bermaksud menyikat habis semua yang ada di piring, tapi ternyata daun seladanya sepertinya kurang bersih. Ada semacam butiran-butiran halus pasir di situ.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s