Kisahku ber-ATM


Bulan baru, gajian, duitnya gede-gede karena baru ambil di ATM. Kalau nggak 50.000an, ya 100.000an. Pedagang sayur keliling pun kewalahan karena pelanggannya bayar pake pecahan besar terus. Pengalaman banget nih, tentunya bukan sebagai tukang sayur… Kalau Anda ambil gaji tunai dari juru bayar, terima nasib deh kalau dapatnya pecahan 100.000an. Jadinya awet sih karena itu duit istilahnya “nggak laku” karena susah nyari kembalian.

Hari gini sepertinya hampir semua orang gajinya langsung masuk rekening. Nah, mesin ATM tuh biasanya nyediain uang pecahan 50.000 atau 100.000. Kalau zaman kuliah dulu sih masih ada ATM 10.000an di mana-mana (bisa nebak lah saya kuliahnya tahun berapa, haha…) Tapi tahukah Anda, sekarang sudah tahun 2018 dan masih ada mesin ATM yang menyediakan uang pecahan 20.000. Yes, people! Dua puluh ribuan! Di mana tuuuuch?

Saya bukan jenis orang yang senang beredar dan menjelajah apalagi survei pecahan duit di mesin ATM, sehingga sejauh ini saya baru menemukan ATM 20.000an di BTC Pasteur. Awalnya saat saya ambil uang di ATM BNI yang ada di lantai SB BTC itu, saya nggak perhatiin dia ngeluarin duit pecahan berapa (biasanya ditempel stiker yang menginformasikan pecahan uang yang dikeluarkan di badan ATMnya). Pas saya mau ambil 200.000, yang keluar duit hijau 10 lembar, sampe kaget. Gara-gara itu, dompet saya jadi tebal, literally. Setelah itu saya jadi enggan mengambil uang di ATM BNI yang itu.

Di lain waktu, saya dan suami ke Bank Mandiri untuk ambil uang di ATMnya. Ternyata ATM di Bank Mandiri sedang mengalami gangguan dan petugas Satpam di sana menyarankan kami untuk mengambil uang di ATM Link yang ada di Indomaret (bersebelahan dengan Bank Mandiri tersebut), katanya “Di ATM sebelah aja, Bu. Yang ada logo Linknya.”

Dulu saya nggak pernah peduli/terpengaruh dengan logo-logo yang ada di kartu/mesin ATM karena saya pernah ambil uang dari rekening BRI menggunakan mesin ATM BRI Syariah (dengan asumsi kedua bank tersebut masih sodaraan sehingga nggak kena biaya tambahan) ternyata dipotong 7.500. Dan saya pun pernah transfer dari Bank Mandiri ke Bank Syariah Mandiri, kena biaya transfer juga. Gondok! Jadinya kalau saya mau ambil uang di rekening BRI, saya gunakan mesin ATM BRI. Kalau mau ambil uang di rekening Bank Mandiri, saya gunakan ATM Bank Mandiri. Sebenarnya kegondokan saya itu adalah akibat ketidakpedulian ketidaktahuan saya. Dulu saya hanya tahu bahwa transaksi antara BNI dengan BNI Syariah itu sama sekali bebas biaya (lagipula memang tidak ada mesin ATM BNI Syariah) dan mengira bahwa itu berlaku untuk bank lain yang punya “versi” syariah. Sekarang saya sudah tahu bahwa bank konvensional dan bank syariah dengan nama yang sama itu kadang tidak selamanya bebas biaya, untuk kasus ini adalah Bank Mandiri-Bank Syariah Mandiri dan BRI-BRI Syariah.

Kembali ke Link… Saya mulai memperhatikan mesin ATM Link yang ada di Indomaret itu, ternyata selain dapat digunakan untuk ATM Mandiri, ia dapat juga digunakan untuk BTN, BRI, dan BNI. Saya cek juga kartu-kartu ATM yang saya punya, ternyata semuanya mencantumkan logo Link. Jadi sekarang saya nggak perlu bingung kalau mau ambil uang di rekening BRI/BNI/Bank Mandiri, cari aja logo Link di mesin ATM. Untuk rekening di bank lain, saya tidak tahu karena saya tidak berkepentingan, hehe … Tapi kalau di daerah rumah saya sih lumayan gampang karena hampir semua bank ada di dekat rumah saya. Ada Bank Jabar, BCA, Bank Muamalat, BRI, OCBC-NISP, Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, BNI, BNI Syariah, Panin, dan lain-lain. Asyik ya, hihi …

Satu hal yang ternyata memudahkan saya adalah si ATM BNI 20.000an di BTC itu. Selain termasuk ATM Link, ia juga mengeluarkan uang pecahan 20.000. Nggak ada lagi duit “nggak laku” pas awal bulan. Ambil gaji di situ aja…

Trus, duit jadi cepet abis karena keliatan “receh”? Nah, itu mah derita Anda…

Advertisements

One thought on “Kisahku ber-ATM

  1. annissiradj

    komen komen komen….. dan subuh2 ngakak liat kalimat
    Trus, duit jadi cepet abis karena keliatan “receh”? Nah, itu mah derita Anda…
    hahahaha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s