Nonton pertandingan sepakbola = nonton sinetron

Bukan, bukan karena adegan dalam pertandingan sepakbola itu penuh dengan drama, melainkan karena nonton pertandingan sepakbola dan nonton sinetron itu sama-sama ngegemesin.

Saya sih bukan penggemar sepakbola apalagi sinetron, saya cuma suka memperhatikan perilaku para penonton kedua jenis tontonan tersebut. Perhatikan saja, penonton pasti emosi. Ngata-ngatain orang yang ada di situ, “Bego!” lah, “Masak gitu sih?” lah, “Aaaaargh!” lah, ngerasa yang paling ngerti cara main bola ATAU cara berakting atau menulis skenario.

Sekian.

(Terinspirasi oleh suamiku yang senantiasa emosional ketika menyaksikan pertandingan sepakbola di televisi. Udah lah, kalau kesel-kesel mah gak usah ditonton, hihihi …)

Eksoplanet yang baru …

… saja saya karang kemarin.

Syahdan, di galaksi Ora-Ono, terdapat dua buah planet bernama Songong dan Songong-b yang mengorbit sebuah bintang katai bernama bintang Ego. Sebenarnya bintang Ego ini tidak hanya dikelilingi oleh planet Songong dan Songong-b, tapi baru dua planet ini saja yang sudah diteliti karakteristiknya. Orbit Songong dan Songong-b saling bersilangan, sehingga kadang-kadang planet Songong berjarak lebih dekat ke bintang Ego dan di waktu lain planet Songong-b berjarak lebih dekat ke bintang Ego.

Yang menarik adalah adanya makhluk hidup menyerupai manusia di kedua planet ini, kita sebut saja alien. Karakteristik alien di planet Songong adalah sebagai berikut:

  • Mereka dibagi menjadi kasta-kasta berdasarkan usia, jenjang pendidikan, jabatan, dan penampilan. Kasta tertinggi adalah alien dengan usia, jenjang pendidikan, dan jabatan tertinggi serta penampilan paling ‘menarik’. Semakin tinggi kastanya, semakin agunglah kedudukan dia sebagai penghuni planet. So, jangan macem-macem ya sama alien nenek-nenek cantik yang sekolahnya udah tinggi banget sampe ke langit dan jabatannya tinggi di sana.
  • Alien dari planet Songong sangat senang menindas manusia di planet Harmoni karena beranggapan bahwa manusia Harmoni berada jauuuuuh di bawah kasta mereka. Alien planet Songong merasa lebih berhak mendapatkan semua yang dimiliki manusia planet Harmoni, bahkan lebih. Jika alien planet Songong mendapati salah satu manusia planet Harmoni memiliki mobil misalnya, alien planet Songong akan mengajukan protes kepada penguasa galaksi Ora-Ono agar mobil tersebut menjadi miliknya atau meminta diberi bis bertingkat (Bandros aja sekalian yeee *terBandung)
  • Di planetnya sendiri pun alien berkasta tinggi senang menindas sesamanya, entah itu dengan alasan usia, jabatan, pendidikan, ataupun penampilan. Bahkan ada alien yang berani menindas sesama alien dengan kasta yang sama. Weleh-weleh.
  • Jangan berani-berani memanggil nama alien langsung jika usianya lebih tua walaupun hanya terpaut satu hari. Panggillah dengan sebutan semacam Abang, Kakak, Mbak, dsb. (dengan bahasa mereka tentunya). Kalau sudah terlanjur, terima nasib saja untuk menerima teguran keras darinya.
  • Di planet Songong juga ada semacam aturan yang kalau di Bumi istilahnya adalah sopan santun. Harus pandai berbasa-basi. Jika kita kurang sopan, alien planet Songong akan merasa tersinggung dan memberikan teguran keras. Padahal mereka sendiri juga sebenarnya kurang punya sopan santun. Well, mungkin beda standarnya, atau standar ganda seperti sepeda motor.
  • Kadang penguasa galaksi Ora-Ono pun tidak berdaya menghadapi alien planet Songong, hampir semua keinginan alien planet Songong akan dipenuhi. Biar cepet aja gitu kali.
  • Ada satu golongan alien planet Songong yang memiliki nafsu makan yang sangat besar dan sangat menyukai segala hal yang GRATIS. Mereka akan menggila jika ada makanan gratis, walaupun makanan itu kurang enak atau hampir kedaluarsa atau berasal dari alien yang kastanya di bawah mereka.

Alien planet Songong-b memiliki karakteristik yang serupa dengan alien planet Songong, tetapi tidak terlalu jelas mengenai kasta karena atmosfer planet ini cukup tebal sehingga sulit untuk dilakukan pengamatan yang lebih teliti. Alien planet Songong-b sangat bangga dengan kemampuannya dalam memahami bahasa asing (bahasa planet lain di galaksi lain) walaupun kalau diperhatikan lagi mereka baru bisa memahami saja, belum mahir dalam berbahasa asing. Perbendaharaan kata yang masih minim dan pengetahuan mengenai tata bahasa yang masih kurang memadai. Baru ngerti sedikit, udah ngerasa jago gitu deh. Alien planet Songong-b juga hobi menghina manusia planet Harmoni jika menurutnya manusia tersebut berada di bawah standarnya.

Kalau dianalogikan dengan yang ada di Bumi, alien planet Songong dan Songong-b ini dikategorikan sebagai makhluk delusional.

BTW, planet Harmoni adalah salah satu planet yang mengorbit bintang Damai di galaksi Dairy Path.

Sekian.

My dark playground: LINE POKOPANG!

Ok, inilah biang kerok yang telah menyita perhatian (baca: waktu) saya sejak tahun lalu …

Awalnya saya kira posisi blok dan Boni yang menyentuh blok di tengah itu selalu sama di setiap welcome screen. Ternyata tidak.

Awalnya saya kira posisi blok dan Boni yang menyentuh blok di tengah itu selalu sama di setiap welcome screen. Ternyata tidak.

Setelah welcome screen, ada tampilan peringkat …

Makes you want to compete with others. Tapi saya mah nyantei we ...

Makes you want to compete with others. Tapi saya mah nyantei we …

Setelah menyentuh tombol READY …

Dipilih, dipilih ...

Dipilih, dipilih …

Awalnya saya kurang tertarik dengan permainan ini, karena sering LOADING, lamaaaaaaa banget loadingnya … Yang paling menjengkelkan adalah ketika loading itu terjadi saat saya bakal dapat bonus tapi kemudian batal karena akhirnya saya terpaksa harus mengulang dari awal …

loading

Saya juga kadang suka pamer …

pamer

Oya, kalau gak pengen dapet notifikasi di LINE chat, ubah aja settingnya di sini:

Screenshot_2014-01-03-21-38-26

Ini dia pose lebay Boni ketika kita mau keluar dari permainan sesat itu:

Screenshot_2014-04-03-14-31-01

Anyway, I hate the Indonesian version. Bahasanya aneh banget!

Bedanya advert dengan advertising

Tadi pagi di perjalanan berangkat ke kantor, suami membaca sebuah papan iklan agen periklanan.

  • Suami (Su): Apa bedanya advert dengan advertising?
  • Saya (Sa): Hah? Apaan?
  • Su: Advert dengan advertising, bedanya apa?
  • Sa: Gak tau.
  • Su: Itu, tadi ada “the best for your advert

Sambil terus jalan, saya mikir (keras), ‘Emang ada ya kata advert?’

  • Sa: Oh, mungkin advert itu kata benda.
  • Su: Kalo advertising …?
  • Sa: Kata kerja.

Advert, advertise, to advertise, advertising. Wait, bukannya advertising itu artinya adalah iklan (kata benda)? Tapi … itu kan sebenarnya kata kerja yang diberi imbuhan -ing. Hmm …

Setiba di kantor, saya langsung googling. Dan ternyata …advert

Kalau melihat definisi pertama, advert ini adalah kependekan dari advertisement (Pfiuh, ternyata bener kata benda). Dan saya baru sadar bahwa iklan (kata benda) diterjemahkan menjadi advertisement. Kata ini loh yang sedari tadi saya cari-cari karena tidak yakin bahwa iklan diterjemahkan sebagai advertising, hihihi …

Their mood: iseng. My mood: lebih iseng lagi. Atau sebaliknya.

Saya kurang begitu ingat kapan kejadiannya, yang pasti malam hari. Tiba-tiba ada SMS sok akrab yang tiba di ponsel saya. Rasa kesal dikombinasikan dengan kondisi otak yang sedang eror sehingga terjadilah percakapan sebagai berikut:

Kurang iseng gimana lagi coba? Saya bikin screenshot dan disusun kayak begini ...

Kurang iseng gimana lagi coba? Saya bikin screenshot dan disusun kayak begini … [klik gambar untuk memperbesar]

Bukan sekali itu saja ada orang yang tiba-tiba menghubungi ponsel saya dan mengajak untuk berkenalan. Pernah sampai ada yang mengatai saya tidak mau bersilaturahmi. Oh, pelis …

Ada beberapa SMS lain yang mampir di ponsel saya dan waktu itu saya iseng membalas karena saking sebalnya di-SMS ini-itu yang sebagian besar isinya hanyalah PENIPUAN, antara lain:

Yeah, mereka berharap saya masuk ke perangkapnya.

Yeah, mereka berharap saya masuk ke perangkapnya.

Biasanya pengirim SMS tidak membalas lagi SMS balasan saya karena sepertinya nomor yang digunakan entah nomor fiktif atau apa. Tapi pernah satu waktu setelah saya balas SMS bernada iklan dengan iseng, ternyata dibalas lagi …

Saha atuh euyy?

Saha atuh euyy?

… membuat saya ingin memeriksa buku telepon lama, jangan-jangan pengirim itu sebenarnya adalah salah satu teman saya. Tapi entahlah, iseng banget lah orang yang ngiklanin wasap gitu.

Dear blog,

…long time no see euy. Sampe lupa pasweudnya doooong, serius! Daku udah kangen banget pengen ngeblog, namun apa daya, ide hanyalah ide. Males banget mau menuangkan ide-ide itu dalam bentuk tulisan, ditambah lagi dengan kesibukan saya sebagai artis peneliti-gagal yang cukup padat beberapa bulan ke belakang sampai akhir tahun ini sepertinya, hiks! Edisi kali ini akan saya isi dengan unggahan foto-foto yang saya unduh dari ponsel. Nah loh, diunduh untuk diunggah? Ah suka-suka lah pokona mah. Jadi, sebagai orang yang hobi fotografi motret-motret iseng ga jelas, saya kadang menggunakan kamera seadanya di ponsel saya untuk menelepon memotret, tentunya. Kadang setelah saya lihat lagi hasilnya, saya sendiri bingung maksudnya mau motret apaan. Biasanya sih saya motret buat bahan tulisan di blog. So, here they are… [mungkin ada yang udah pernah saya unggah sebelumnya]

5 Agustus 2010, matahari di balik awan.

3 Oktober 2010 pagi, jalur sepeda Jl. Wastukancana yang sudah pudar padahal baru beberapa hari dicat.

Jalur sepeda yang baru dicat ulang.

“Selamat datang di RHK…” Ruang Henti Khusus sepeda motor di lampu merah Pasteur-Paskal, tampaknya tak perlu dicat ulang sampai sekarang.

1 November 2010 pagi, ngetem bersama angkot kosong di perempatan Bubat-Soeta.

18 Desember 2010, menu favorit kalo ke resto itu.

2 Januari 2011, dari jembatan penyeberangan di depan Mesjid Al Ukhuwah.

Masih dari jembatan penyeberangan di Jl. Wastukancana.

28 Januari 2011 pagi, another episode of ngetem bareng angkot kosong di Terusan Bubat (sepertinya di Jl. Cileutik).

Masih ngetem. Untunglah langitnya bagus.

16 Maret 2011, bersih-bersih jendela by office-guys. Pemandangan langka :p

2 April 2011 pagi, pulang dari nginep di kosan si asep. Posisi: seberang BTC.

Masih nunggu angkot.

8 April 2011 sore. Ceritanya mau motret si bapak berbaju loreng yang selalu keliling Bandung dengan becak beratribut tentaranya, tapi ternyata beliau melesat cukup kencang di samping angkot yang saya tumpangi. Better luck next time.

21 April 2011. Nah ini nih yang saya bilang entah mau cerita apa dari foto ga jelas ini. Lemper rasa rendangnya kali ya, pedass!

22 April 2011, pameran piano di Istana Plaza. Salah angle :”>

29 April 2011 pagi. Baru naik angkot di Soeta, on my way to the office. it’s a looooong way to go 😀

14 Mei 2011 siang. Menu favorit kalo ke resto itu. Cuma di situ saya rela ngeluarin duit buat teh, daripada air mineral yang dihargain selangit.

9 Juni 2011 sore. Mataharinya keliatan bagus tapi pas dipotret jadinya kurang jelas. Zebra cross di depan Giant Hyperpoint.

30 September 2011 sore di sekitar Pasteur. Sambil menunggu angkot pulang, ada penampakan fenomena pancaran sinar matahari dari horison yang terhalang awan. (hahah, lebay!)

Sampai jumpa di episode selanjutnya, sekian.